Pidato Prabowo dan Mengapa Jadi Perbincangan Publik
9 mins read

Pidato Prabowo dan Mengapa Jadi Perbincangan Publik

Pidato kenegaraan presiden menjadi salah satu momen politik yang kerap menarik perhatian publik, termasuk pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pidato Prabowo kerap menjadi sorotan dan memicu kontroversi di tengah masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari pemilihan diksi, gaya penyampaian, maupun isu yang dibawakan.

Mulai dari penghentian siaran langsung saat membahas senjata nuklir di Timur Tengah, penggunaan istilah ‘londo ireng’, hingga pernyataan yang mempersilakan masyarakat “mencari negara lain” jika merasa Indonesia suram. Sejumlah pidato Prabowo ini berulang kali memicu perbincangan publik.

Beragam respons yang muncul menunjukkan bagaimana pidato presiden dapat berkembang menjadi bahan percakapan publik, baik di media massa maupun media sosial.

Dalam edisi kali ini, RadVoice Indonesia merangkum sekaligus menganalisis beberapa pidato Prabowo yang paling banyak menyita perhatian masyarakat serta faktor-faktor yang membuatnya terus menjadi bahan perbincangan.

Kepunyaan Senjata Nuklir di Timur Tengah

Saat Prabowo sedang membahas isu senjata nuklir di Timur Tengah, siaran tersebut dihentikan secara tiba-tiba. (Foto oleh Magnific)

Pada 31 Juli 2026, publik diramaikan oleh pidato Prabowo di hadapan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam pidatonya, Prabowo membahas isu senjata nuklir di Timur Tengah. Ia menggambarkan kemungkinan bahwa beberapa negara di kawasan tersebut telah memiliki senjata nuklir, sehingga mendorong negara lain untuk mengikuti langkah serupa.

Namun, di tengah pidato, siaran langsung tersebut tiba-tiba dihentikan saat Prabowo membahas kepemilikan senjata nuklir oleh sejumlah negara. 

Tak lama kemudian, rekaman pidato itu juga menghilang dari kanal YouTube Sekretariat Presiden. Video tersebut kemudian diunggah kembali, tetapi bagian yang membahas isu nuklir telah dipotong.

Potongan video yang beredar di media sosial pun menjadi viral dan memicu berbagai pertanyaan dari warganet mengenai alasan di balik penghentian siaran langsung serta penghapusan bagian tersebut.

Baca juga: Unfiltered Content: Benarkah Semua yang Terlihat Apa Adanya Itu Asli?

Kata “Londo Ireng” yang Ditujukan untuk Para Jurnalis Indonesia

press release adalah
Prabowo menyebut sebagian jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai “londo ireng”, yang memicu kritik organisasi pers. (Foto oleh Magnific)

Dalam pidato peringatan hari lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Juli lalu, Prabowo sempat menyebut sebagian jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “londo ireng”. 

Istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada pihak-pihak yang, menurut Prabowo, bertindak mewakili atau membawa kepentingan asing meskipun merupakan warga Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo mempertanyakan independensi kelompok-kelompok tersebut dengan menyinggung siapa yang membiayai pekerjaan dan aktivitas mereka

Hal ini kemudian viral di media sosial dan mendapat kecaman dari sejumlah organisasi jurnalis yang menilai pernyataan tersebut merendahkan profesi wartawan.

Menanggapi kritik tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan istilah londo ireng tidak ditujukan kepada seluruh jurnalis, melainkan kepada kelompok-kelompok yang dianggap gemar menyebarkan pesimisme dan kegaduhan.

Ucapan “Cari Negara Lain” bagi yang Merasa Indonesia Suram

Prabowo menuai kritik setelah mempersilakan warga yang menganggap Indonesia suram untuk mencari negara lain. (Foto oleh Magnific)

Dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 pada Juli 2026, Prabowo mengatakan bahwa masyarakat yang merasa masa depan Indonesia suram dipersilakan untuk mencari negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks ajakan kepada masyarakat untuk tetap optimistis, bersatu, dan bergotong royong membangun Indonesia. 

Menurut Prabowo, keberhasilan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat bekerja sama dan tidak terus-menerus menyebarkan pesimisme.

Meski demikian, kutipan “yang merasa Indonesia suram, silakan cari negara lain” dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi perbincangan publik. 

Banyak warganet menilai pernyataan tersebut terlalu keras terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik. 

Namun, pendukung Prabowo berpendapat bahwa ucapan tersebut merupakan ajakan agar masyarakat lebih optimistis terhadap masa depan Indonesia.

Mengapa Pidato Presiden Jadi Perbincangan Publik

Pidato Prabowo menjadi sorotan karena gaya komunikasinya yang tegas dan dampaknya terhadap opini publik, bahkan kerap dikaitkan warganet dengan sentimen pasar. (Foto oleh Magnific)

Pidato Prabowo yang menjadi perhatian publik juga berdampak ke sektor ekonomi.

Di media sosial, sejumlah warganet kerap mengaitkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato-pidato Prabowo. 

Namun, dikutip dari CNBC Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa pergerakan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan pidato presiden.

Pidato Prabowo juga kerap menjadi sorotan bukan hanya karena pilihan diksi atau gaya penyampaiannya, tetapi juga karena pidatonya merupakan bentuk komunikasi resmi kepala negara yang mencerminkan arah dan sikap pemerintah terhadap suatu isu.

Karena itu, setiap pernyataan presiden memiliki konsekuensi yang lebih luas dibandingkan dengan pendapat pribadi seorang pejabat atau tokoh publik.

Menurut Hukumonline, pidato presiden tidak dapat dipandang sebagai pernyataan pribadi. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, presiden terikat pada prinsip supremasi hukum dan supremasi etik. Artinya, substansi pidato harus selaras dengan hukum, konstitusi, serta nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. 

Karena itu, setiap pilihan kata dan pesan yang disampaikan presiden kerap mendapat perhatian serta menjadi bahan evaluasi publik.

Di sisi lain, pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menilai, gaya komunikasi Prabowo mencerminkan dynamic style yang tegas, blak-blakan, agresif, dan penuh penekanan. 

Gaya komunikasi tersebut membuat pidatonya mudah menarik perhatian publik, meski efektivitasnya tetap bergantung pada implementasi kebijakan yang disampaikan.

Di luar perdebatan tersebut, tingginya perhatian publik menunjukkan bahwa setiap pidato presiden kini tidak hanya dipandang sebagai penyampaian kebijakan pemerintah, tetapi juga sebagai peristiwa komunikasi yang dapat memengaruhi opini dan sentimen publik.

Baca juga: Konten Zero-Click: Ketika Audiens Tidak Lagi Perlu Membuka Link

Bagaimana Peran Media dan Media Sosial Membentuk Respons Publik

deinfluencing
Media dan media sosial memperluas potongan pidato Prabowo hingga membentuk persepsi dan sentimen publik. (Foto oleh Magnific)

Media massa berperan dalam menentukan bagian pidato yang menjadi sorotan melalui pemberitaan dan pemilihan kutipan yang dinilai bisa dipublikasikan  untuk berita.

Di sisi lain, media sosial memperluas penyebaran potongan-potongan tersebut melalui repost, video pendek, sampai meme ke audiens lebih jauh dalam waktu singkat. 

Akibatnya, cuplikan video hingga kutipan singkat dari pidato sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan rekaman pidato yang utuh. 

Kondisi ini membuat perbincangan publik tidak hanya dipengaruhi oleh isi pidato, tetapi juga oleh bagaimana potongan pidato tersebut dikemas, disebarkan, dan ditafsirkan di media sosial.

Sejumlah ungkapan yang pernah dilontarkan Prabowo, seperti “Hidup Jokowi”, “ndasmu”, “antek asing”, hingga “londo ireng”, berkali-kali menjadi viral dan diolah menjadi meme, video pendek, maupun berbagai bentuk konten yang ramai diperbincangkan di media sosial. 

Karena pernyataan Presiden dipandang sebagai sinyal resmi pemerintah, satu kalimat saja dapat memengaruhi persepsi masyarakat, pelaku usaha, hingga investor. 

Inilah yang membuat setiap pidato Presiden tidak hanya menjadi bahan diskusi politik, tetapi juga berpotensi memengaruhi sentimen publik dan ekonomi.

Kombinasi antara seleksi isu oleh media dan penyebaran yang luas melalui media sosial membuat pidato Prabowo terus menjadi bahan diskusi publik. 

Proses tersebut dapat membentuk respons, memengaruhi cara masyarakat memahami suatu isu, hingga membentuk opini publik terhadap pesan yang disampaikan presiden.

Kesimpulan

Di era digital, pidato Prabowo tak lagi berhenti di podium, tetapi dapat membentuk opini publik melalui pilihan kata, konteks, dan cara penyampaiannya. (Foto oleh Gerindra)

Di era digital, pidato Prabowo tidak lagi berhenti saat acara resmi berakhir. 

Setiap pernyataan dapat dengan cepat dipotong, dibagikan, diperdebatkan, hingga membentuk opini publik dalam hitungan detik. 

Karena itu, pidato Prabowo bukan hanya menjadi sarana menyampaikan arah kebijakan, tetapi juga menjadi bentuk komunikasi publik yang memiliki dampak luas terhadap persepsi masyarakat.

Kasus pidato tentang senjata nuklir di Timur Tengah maupun penggunaan istilah londo ireng menunjukkan bahwa pilihan kata, cara penyampaian, dan konteks sebuah pidato dapat memecah berbagai respons dari masyarakat. 

Karena itu, pilihan kata, konteks, dan cara penyampaian sebuah pidato kini menjadi sama pentingnya dengan substansi yang disampaikan. Ketiganya dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima dan dipersepsikan oleh publik.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch