Cara Menggunakan Atribusi dalam Berita dengan Benar
6 mins read

Cara Menggunakan Atribusi dalam Berita dengan Benar


Dalam bidang jurnalistik, atribusi atau sumber informasi yang dikutip dalam artikel pemberitaan menjadi salah satu elemen penting yang tak bisa diabaikan.

Umumnya, penulisan menggunakan nama lengkap dan jabatan narasumber yang relevan.

Hal ini penting dilakukan agar pembaca menganggap informasi yang diberikan kredibel dan berasal dari sumber yang jelas.

RadVoice Indonesia menjabarkan tentang atribusi dan mengapa istilah itu penting dalam sebuah pemberitaan.

Apa Itu Atribusi dalam Berita?

Sumber informasi dapat diperoleh dari hasil wawancara, pidato, laporan, buku, atau sumber lain yang berkaitan. (Foto oleh user17446225/Freepik)

Istilah atribusi mengacu pada penyebutan sumber informasi dalam berita yang dapat ditulis dalam bentuk parafrase atau kutipan langsung.

Mengutip The News Manual, sumber informasi ini dapat diperoleh dari hasil wawancara, pidato, laporan, buku, atau sumber lain yang berkaitan.

Baca Juga: Tantangan Etika Jurnalistik: Netizen Sebagai Sumber Berita

Contoh Kalimat Atribusi

Berikut beberapa contohnya dalam pemberitaan yang muncul di media:

  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah berupaya menurunkan harga tiket pesawat untuk masyarakat.
  • BPS melaporkan standar hidup layak di Indonesia meningkat menjadi Rp12,34 juta atau sekitar Rp1,02 juta per bulan pada 2024.

Pencantuman dapat diletakkan di awal kalimat maupun di akhir setelah pernyataan dari sumber.

Apabila dalam satu artikel pemberitaan terdapat lebih dari satu atribusi, maka harus ditulis dengan jelas siapa saja yang memberikan pernyataan tersebut.

Kapan Menggunakan Atribusi dalam Berita?

Jangan berlebihan dalam menggunakan atribusi pada suatu artikel berita.

Selain itu, gunakan variasi untuk menjelaskan keterangan dari sumber. Dalam The Manual News, variasi ini dapat dilakukan dengan mengubah kata ‘mengatakan’, menjadi ‘menyarankan’, ‘mendesak’, ‘mengungkapkan’, ‘menuturkan’, dan lainnya.

Namun media juga harus cermat karena penggunaan kata-kata tersebut menyesuaikan dengan pernyataan sumber.

Contohnya, kata ‘menurut’ yang sebaiknya tak digunakan berulang dalam satu artikel berita. Sebab, hal itu dapat memberi kesan bahwa media meragukan informasi yang disampaikan oleh sumber.

Mengapa Atribusi Penting?

1. Menjaga Akurasi dan Transparansi

atribusi dalam berita
Dengan memberikan sumber yang benar, media telah mematuhi etika jurnalistik. (Foto oleh Freepik)

Pembaca dapat memverifikasi kebenaran informasi yang dipercaya berdasarkan sumber.

Pencantuman juga membantu menghindari berita bohong atau manipulasi informasi yang tak ada sumbernya.

2. Melindungi Kredibilitas Media

Ketika atribusi dicantumkan sebagai sumber berita, media telah menunjukkan profesionalisme dan tanggung jawab atas artikel yang ditulis.

Berita bisa tak dipercaya tanpa itu, terutama dalam berita yang memiliki isu sensitif atau kontroversial.

Pencantumannya juga dapat mencegah dampak plagiat dari SEO dan membuat media patuh terhadap etika jurnalistik.

3. Meningkatkan Pemahaman Pembaca

Sumber memungkinkan pembaca memahami konteks berita dengan lebih baik. Misalnya, pernyataan dari seorang ahli terkait isu tertentu memiliki bobot pengetahuan yang berbeda, dibandingkan pernyataan yang muncul di media sosial.

4 Cara Menggunakan Atribusi dengan Tepat

1. Pilih Sumber yang Kredibel dan Relevan

Siapa saja yang bisa menjadi sumber berita?

Dilansir dari Fiveable, sumber yang kredibel umumnya memiliki keahlian (keahlian) dan relevansi dengan topik yang dibahas.

Kredibilitas bisa diperkuat dengan mencantumkan detail penting tentang sumber, seperti jabatan, afiliasi, atau pengalaman spesifik yang berkaitan dengan isu tersebut.

Contoh: Menurut Kepala Pusat Data Kementerian Kesehatan, dr. Andi Pratama, peningkatan kasus flu musiman dipicu oleh mobilitas masyarakat yang tinggi.

2. Gunakan Kutipan Langsung Agar Lebih Kredibel

Dikutip dari Buku Panduan Jurnalisme Amerikakutipan langsung adalah pernyataan yang mencerminkan kata-kata persis yang disampaikan oleh sumber.

Biasanya, kutipan langsung ditaruh di antara tanda kutip untuk menegaskan bahwa kalimat tersebut disampaikan langsung oleh narasumber.

Kutipan langsung berguna untuk menyampaikan emosi, opini, dan pengalaman pribadi narasumber.

Contoh: “Kalau untuk perkara ini, yang tadi kami sampaikan saksinya itu yang ditunjuk saat akad nikah,” kata Kepala Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Suryana.

3. Gunakan Parafrase untuk Menyederhanakan Tanpa Mengubah Makna

Parafrase adalah cara menyampaikan kembali pernyataan narasumber dengan bahasa yang lebih ringkas dan mudah dipahami tanpa mengubah makna aslinya.

Dalam atribusi berita, parafrase membantu pembaca memahami konsep yang kompleks.

Namun, penggunaan parafrase menuntut pemahaman yang mendalam terhadap pernyataan sumber agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Contoh: Menurut laporan Bank Dunia, perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik dan inflasi.

4. Letakkan Atribusi di Awal atau Akhir Kalimat Sesuai Konteks

Penempatan atribusi bisa disesuaikan dengan kebutuhan konteks kalimat.

Atribusi di awal kalimat digunakan untuk menekankan sumber informasi, terutama jika kredibilitas narasumber menjadi fokus utama.

Sebaliknya, penempatan atribusi di akhir kalimat digunakan ketika fokus kalimat pada isi pernyataan atau informasi yang disampaikan.

Contoh: Hujan lebat diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan, menurut BMKG.

Kesalahan Umum dalam Atribusi

Kesalahan atribusi merujuk pada kesalahan dalam mengutip pernyataan sumber yang menyebabkan penyajian fakta tidak akurat dan menurunkan kredibilitas informasi.

Memahami kesalahan atribusi ini penting karena memengaruhi integritas jurnalisme dan kepercayaan publik terhadap sumber berita.

Menyalahartikan Pernyataan Sumber

atribusi dalam berita
Kesalahan atribusi sering muncul akibat liputan yang terburu-buru atau gagal untuk mengkonfirmasi detail dengan sumber. (Foto oleh Freepik)

Dikutip dari Fiveable, kesalahan atribusi mencakup identifikasi pembicara yang keliru, kutipan yang salah, atau mengaitkan pernyataan kepada individu yang salah.

Kesalahan atribusi yang umum sering muncul akibat liputan yang terburu-buru atau gagal untuk mengkonfirmasi detail dengan sumber.

Menggunakan bahasa yang jelas dan mencatat percakapan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan.

Menggunakan Sumber Anonim Tanpa Alasan yang Jelas

Penggunaan atribusi harus memenuhi kriteria sumber anonim di media.

Penggunaan sumber anonim tanpa alasan yang jelas berisiko menurunkan kepercayaan pembaca.

Panduan mengutip Waktu New Yorksumber anonim adalah identitas yang tidak dapat diungkapkan kepada pembaca.

Sumber anonim hanya boleh digunakan untuk informasi yang memiliki nilai berita tinggi dan diyakini kredibel, serta tidak memungkinkan untuk dilaporkan melalui sumber terbuka.

Kesimpulan

Atribusi adalah bagian penting dalam pemberitaan untuk meningkatkan akurasi dan kredibilitas media.

Penulisannya harus ditulis lengkap dengan nama dan jabatannya agar pernyataan yang disertakan relevan dengan yang disampaikan oleh sumber.

Dengan pencantuman yang tepat, berita menjadi lebih informatif dan menjadi wujud tanggung jawab media terhadap kebenaran.

Atribusi yang tepat membantu pesan brand tersampaikan dengan kredibel. Percayakan strategi komunikasi dan relasi media Anda kepada RadVoice.

Agen Togel Terpercaya

Bandar Togel

Sabung Ayam Online

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel

News

Breaking News

Berita