Pendekatan Jurnalis CNN Indonesia Lidya dalam Menulis Ekonomi
Di tengah ruang redaksi yang sibuk dan berita ekonomi yang terus bergulir, menulis soal ekonomi makro bukanlah perkara mudah. Ada angka, kebijakan, istilah teknis, dan dampak berlapis yang harus dipahami sebelum akhirnya bisa dipersembahkan kepada pembaca dalam bahasa yang jernih.
Lidya Kembaren, jurnalis CNN Indonesia, tahu betul bahwa satu berita ekonomi tidak cukup hanya cepat. Di balik setiap tulisan, ada proses memahami konteks, memilah data, dan mencari sudut paling dekat dengan kehidupan sehari-hari agar isu yang rumit tetap terasa relevan.
Kepada RadVoice Indonesia, Lidya berbagi cerita dan sudut pandangnya tentang cara ia mengolah topik ekonomi yang kompleks, sekaligus menjaga kedalaman, akurasi, dan kedekatannya dengan pembaca.
Menjaga Makna Dibalik Angka
Bagi Lidya, pekerjaan jurnalistik selalu dimulai dari pemahaman yang kuat atas topik yang sedang dibahas. Ia percaya, jurnalis harus lebih dulu benar-benar mengerti informasi yang ingin disampaikan kepada publik sebelum mulai menulis.
Baca Juga: Tips Menjaga Hubungan Baik dengan Narasumber Secara Profesional dari Jurnalis CNN Indonesia Lidya Kembaren
“Wajib dan penting untuk seorang jurnalis bisa memastikan dirinya paham terlebih dahulu mengenai informasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dari situ, menurut Lidya, tulisan akan lebih mengalir dan tidak terasa dipaksakan.
Namun memahami ekonomi makro bukan sekadar membaca satu atau dua laporan. Lidya mengakui bahwa topik ini kompleks dan membutuhkan kebiasaan membaca yang rajin serta riset yang mendalam. Karena cakupannya luas, satu isu kerap berkaitan dengan isu lain.
Itulah sebabnya ia tak pernah tergesa-gesa dalam menyusun narasi berita. Di ruang redaksi, ketelitian menjadi semacam disiplin yang tak bisa ditawar.
Saat menulis, Lidya memilih bahasa yang sederhana dan menghindari istilah teknis yang terlalu rumit. Ia ingin pembaca bisa menangkap inti berita tanpa merasa tertinggal oleh istilah yang terlalu akademis.
Untuk membantu menjelaskan data dan konsep yang abstrak, ia juga kerap memakai analogi atau grafik agar informasi lebih mudah dicerna. Bagi Lidya, tugas jurnalis bukan membuat topik terlihat pintar, melainkan membuat pembaca benar-benar paham.
Baca Juga: Cara Editor kumparan Nicha Muslimawati Merangkai Headline Berita Ekonomi yang Efektif

Pendekatan itu juga terlihat ketika ia menjelaskan dampak kebijakan ekonomi makro dalam kehidupan sehari-hari. Inflasi, misalnya, tidak hanya berarti harga barang naik. Lebih dari itu, inflasi bisa menjadi tanda melemahnya daya beli masyarakat, yang pada akhirnya ikut menekan pertumbuhan ekonomi.
Begitu pula kebijakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia, yang tak berhenti di ruang kebijakan, tetapi merembet ke bunga pinjaman bank dan KPR yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di situlah kekuatan Lidya dalam menulis ekonomi makro terasa: ia tidak berhenti pada angka, tetapi berusaha menunjukkan apa arti angka itu bagi orang banyak.
Baca Juga: Bagaimana Jurnalis Bisnis Indonesia Wibi Pangestu Pratama Mengolah Data Ekonomi dalam Berita
Pertumbuhan ekonomi, dalam cara pandangnya, bukan sekadar statistik yang muncul di laporan resmi. Ia melihatnya sebagai cerminan kesejahteraan penduduk dan kualitas kebijakan pemerintah. Ketika ekonomi tumbuh, lebih banyak orang bisa merasakan manfaatnya.
Sebaliknya, ketika perekonomian melemah, dampaknya bisa terlihat pada naiknya pengangguran dan bertambahnya kemiskinan.
Akurasi Jadi Prioritas
Di balik gaya penulisan yang tenang dan terukur, ada kesadaran kuat bahwa akurasi adalah fondasi utama. Lidya selalu memastikan sumber data yang digunakan terpercaya dan transparan, lalu melakukan cek dan ricek sebelum berita disampaikan ke pembaca.
Dalam dunia jurnalisme ekonomi, satu kekeliruan kecil bisa mengaburkan pemahaman publik. Karena itu, ketepatan menjadi bagian dari tanggung jawab, bukan sekadar prosedur kerja.

Lidya juga percaya bahwa ekonomi makro adalah pelajaran yang tak selesai dalam satu kali baca. Ia perlu diulang, dipelajari pelan-pelan, dan dipahami dari berbagai sisi. “Tak bisa dipahami hanya dengan sekali mendengarkan, perlu riset mendalam dan rajin membaca karena cakupannya yang luas,” katanya.
Kesimpulan
Jurnalis CNN Indonesia Lidya Kembaren memandang penulisan ekonomi makro bukan sekadar menyampaikan angka, tetapi memastikan maknanya benar-benar dipahami publik.
Ia selalu memulai dari pemahaman yang kuat atas isu yang dibahas, lalu menyederhanakannya dengan bahasa yang mudah, analogi, serta contoh nyata agar tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Di balik gaya tulisannya yang mengalir, ada proses riset mendalam, penggunaan data yang terpercaya, serta cek dan ricek yang ketat untuk menjaga akurasi.
Bagi Lidya, ekonomi makro adalah topik yang kompleks dan tidak bisa dipahami dalam sekali baca, sehingga peran jurnalis menjadi penting untuk menjembatani kompleksitas tersebut agar tetap jelas, kontekstual, dan bermakna bagi pembaca.
Wawancara dengan Lidya Kembaren dilakukan pada Senin, 30 Juni 2025. Percakapan ini telah diedit agar lebih ringkas.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.